Hari Ini China Beri Sinyal Bahaya ke RI, Seburuk Apa Dampaknya?

 Hari Ini China Beri Sinyal Bahaya ke RI, Seburuk Apa Dampaknya?


border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-ring-color: rgba(59,130,246,.5); --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-rotate: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; border: 0px solid rgb(229, 231, 235); box-sizing: border-box; font-family: ProximaNova, sans-serif; transition: 0.5s;" />Foto: Infografis/ 10 BUMN Terbesar di Dunia: China Jadi Raja, Ada Kebanggaan RI?/ ilham Restu
Jakarta, CNBC Indonesia - Laju pertumbuhan ekonomi China melambat ke titik terendah dalam tiga tahun pada kuartal IV 2025, meski secara keseluruhan sepanjang 2025 ekonomi Negeri Tirai Bambu masih memenuhi target resmi pemerintah China.
Penyebab utamanya adalah permintaan di dalam negeri yang melemah, di tengah krisis properti yang belum selesai. Meski begitu, pertumbuhan setahun penuh tetap sesuai target pemerintah. Namun tekanan perang dagang dan masalah ketimpangan struktur ekonomi masih menjadi risiko besar untuk ke depan.